THE ROLE OF ISLAMIC WORK CULTURE AS AN INTERVENING VARIABLE IN THE INFLUENCE OF RELIGIOUS LEADERSHIP AND SPIRITUAL LEADERSHIP ON ISLAMIC HUMAN WELL-BEING
Keywords:
Religious Leadership, Spiritual Leadership, Islamic Work Culture, Islamic Human Well-Being)Abstract
Sektor kesehatan saat ini menghadapi tantangan berupa tekanan kerja yang tinggi, risiko stres emosional, dan tuntutan layanan yang sangat dinamis. Tantangan-tantangan ini, jika tidak dikelola secara efektif, dapat merusak kesejahteraan mental dan spiritual karyawan. Fenomena ini menuntut pendekatan manajemen yang tidak hanya berfokus pada kinerja materiil tetapi juga pada kesejahteraan materiil dan spiritual karyawan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Religius dan Kepemimpinan Spiritual terhadap Kesejahteraan Manusia Islami, dengan Budaya Kerja Islami sebagai variabel intervening, di kalangan karyawan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo (RSU). Fenomena tekanan kerja dan kompleksitas tantangan di sektor kesehatan membutuhkan pendekatan holistik terhadap kesejahteraan berdasarkan nilai-nilai ilahi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 405 karyawan tetap yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan. Kuesioner tersebut diisi oleh 226 karyawan, yang bertindak sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM) berdasarkan Kuadrat Terkecil Parsial (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Religius memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Manusia Islami (nilai t statistik 6,258 > 1,96; nilai p 0,000 < 0,05); Kepemimpinan Spiritual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Manusia Islami (nilai t statistik 4,049 > 1,96; nilai p 0,000 < 0,05); Budaya Kerja Islami memiliki pengaruh signifikan terhadap Kesejahteraan Manusia Islami (nilai t statistik 7,830 > 1,96; nilai p 0,000 < 0,05); Kepemimpinan Religius memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Kesejahteraan Manusia Islami melalui Budaya Kerja Islami (nilai t statistik 4,762 > 1,96; nilai p 0,000 < 0,05); Kepemimpinan Religius dan Kepemimpinan Spiritual memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Kesejahteraan Manusia Islami melalui Budaya Kerja Islami (nilai statistik t adalah 5,089 > 1,96; nilai p 0,000 < 0,05). Hasil uji mediasi menegaskan bahwa Budaya Kerja Islami bertindak sebagai variabel perantara yang secara signifikan memediasi pengaruh Kepemimpinan Religius dan Kepemimpinan Spiritual terhadap Kesejahteraan Manusia Islami. Temuan ini menyiratkan bahwa dalam menghadapi tekanan kerja di rumah sakit, penguatan budaya kerja Islami dan kepemimpinan berdasarkan nilai-nilai spiritual merupakan landasan utama dalam menciptakan kesejahteraan karyawan yang komprehensif (dunya-akhirat).





